AGEN JUDI - BETWIN188.COM ADALAH AGEN JUDI YANG MELAYANI PEMBUATAN AKUN PERMAINAN JUDI BOLA DAN JUDI CASINO ONLINE. DAFTARKAN AKUN ANDA DI BETWIN188.COM DAN JADILAH JUTAWAN. Semua kompetisi tertinggi sepak bola nasional tuntas digelar. Baik yang diadakan oleh PT Liga Indonesia maupun LPIS (Liga Prima Indonesia Sportindo). Di antara sekian pertandingan tersebut, kontribusi striker asing masih dominan.

Masalah klasik minimnya gol-gol yang diciptakan pemain timnas dalam berbagai event cukup menyesakkan dada. Apalagi jika dikaitkan persaingan timnas dengan negara-negara selevel di Asia Tenggara.
Dengan Malaysia saja, timnas kita sekarang sudah sangat susah untuk menang, baik di Piala AFF maupun SEA Games. Padahal, kemampuan dan postur tidak jauh berbeda. Tapi, mengapa pemain kita kalah produktif. Kita seperti mengalami jalan buntu ketika sudah berada di daerah pertahanan lawan agen judi.
Contoh terakhir terlihat ketika timnas U-22 mengikuti babak penyisihan Piala Asia U-22 di Riau yang berakhir 15 Juli lalu. Secara permainan, Andik Verman syah dkk tidak kalah dengan Australia, Makau, Singapura, dan Timor Leste, namun gol-gol yang tercipta tidak banyak sehingga timnas kita tersisih. Melawan tim terlemah di grup E, yakni Makau, timnas U-22 hanya menang 2-1. Padahal, secara permainan, timnas mengusai.
Lawan Timor Leste pun demikian. Tim besutan Aji Santoso, Widodo C. Putra, dan Liestiadi itu hanya menang 2-0. Padahal, secara statistik, permainan timnas kita layak menang besar.
Kondisi ini tidak hanya terjadi ketika kompetisi masih satu wadah Liga Indonesia. Sepak bola kita amat jarang menang besar. Salah seorang pemain asing yang pernah merumput di Liga Indonesia menilai, kelemahan utama timnas Indonesia adalah barisan depan. Minim variasi dan kreasi untuk membongkar pertahanan lawan.
Faktor yang turut memburuk kondisi tersebut adalah klub-klub level atas yang tak yakin dengan kemampuan pemain lokal dalam perburuan prestasi di kompetisi nasional. Beberapa klub lebih percaya dengan kemampuan strikerstriker asing untuk dipasang dalam setiap pertandingan agen judi. Pemain-pemain lokal yang masih muda dan butuh pengalaman malah lebih banyak duduk di bangku cadangan. Bahkan, tidak jarang sebuah klub menurunkan dua striker asing sekaligus untuk mengejar gol dalam setiap pertandingan.
Diskriminasi itu membuat striker-striker lokal hanya menjadi penonton dan tidak terasah skill dan intelegensianya menghadapi pemain-pemain belakang lawan. Sekadar perbandingan, kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang berakhir 11 Juli lalu telah menyelesaikan sekitar 612 laga. Dari beberapa laga itu, tercipta 504 gol dari pemain asing dan 337 gol dari pemain lokal.
Pemain asing juga menguasai posisi daftar top scorer hingga beberapa tingkat. Pemain naturalisasi seperti Greg Nwokolo (Pelita Jaya) dan Cristian Gonzales tidak saya sebutkan sebagai pemain lokal karena mereka memang bukan produk pembinaan lokal sejak muda. (Lihat daftar).
Di Indonesian Premier League (IPL) cenderung beragam. Gelar top scorer diraih pemain lokal, yakni Ferdinand Sinaga (Semen Padang) dengan 16 gol. Posisi kedua diisi pemain asing Edward Wilson Jr (Semen Padang) dengan 13 gol. Pemain lokal juga mencetak gol lebih banyak, yakni 180 gol, sedangkan pemain asing 145 gol agen judi.
Keberanian klub-klub IPL memberikan kesempatan striker lokal tampil patut diapresiasi. Sebab, dari itu banyak muncul bintang-bintang lokal. Misalnya, Samsul Arif dan Nur Iskandar (Persibo), Hendra Bayauw (Persija IPL), serta T.A. Musafri (Arema). Sayang, jumlah pertandingan IPL minim –karena hanya 12 peserta— sehingga kemampuan mereka pun belum terasa maksimal.
Untuk musim depan, melalui adanya Joint Committe, masalah ini kita harapkan bisa teratasi dengan bersatunya pembina sepak bola nasional dalam kompetisi satu wadah yang kompetitif. Tentu saja bosan lihat pengurus PSSI terus gontok-gontokan.
Berikut Daftar Pencetak Gol Kompetisi ISL 2011/2012:
25 gol: Alberto Goncalves 8-pen (Persipura)
22 gol: Mario Alejandro Costas 2-pen (Persela), Keith Kayamba Gumbs 5-pen (Sriwijaya FC)
20 gol: Osas Marvelous Ikpefua Saha 1-pen (PSMS) Safee Sali 2-pen, Greg Nwokolo 1-pen (Pelita Jaya)
19 gol: Foday Boakay Eddy (Persiwa)
18 gol: Cristian Gonzales (Persisam),Hilton Moreira 1-pen (Sriwijaya FC)
17 gol: Aldo Barreto 1-pen (Persiba),
16 gol: Pedro Javier (Persija), Yohanes F. Pahabol (Persidafon), Herman Dzumafo Epandi 1-pen/10 gol di PSPS (Arema).
Berikut Daftar Pencetak Gol Kompetisi IPL 2011/2012:
16 gol: Ferdinand S. 1-pen (Semen Padang)
13 gol: Edward Wilson Junior 1-pen (Semen Padang)
12 gol: Roman Chmelo (Arema)
11 gol: M.Nur Iskandar (Persibo), Emanuel de Porras (Persija)
10 gol: M. Rahmat, Ilija Spasojevic 3-pen (PSM), Emile Betrand Mbamba 1-pen (Persema)
9 gol: Fernando Soler (Persebaya)
8 gol: Andrew Barisic 2 gol di Persebaya, T.A. Musafri (Arema), Camara Fassawa 4-pen (Bontang)
7 gol: Ahmad Amiruddin, (Arema) Samsul Arif (Persibo)
















