AGEN JUDI BOLA - BETWIN188.COM ADALAH AGEN JUDI BOLA YANG MELAYANI PEMBUATAN AKUN PERMAINAN JUDI BOLA DAN JUDI CASINO ONLINE. DAFTARKAN AKUN ANDA DI BETWIN188.COM DAN JADILAH JUTAWAN. Pupus sudah harapan PSIM Jogja untuk berlaga di Indonesian Super League (ISL) musim depan. Dalam laga play off yang digelar di Stadion Gelora Jakabaring Palembang kemarin (17/7), Nova Zaenal dkk tunduk 1-3 (0-1) dari Gresik United.
Defender PSIM Abda Ali mengaku tegar dengan hasil ini. Dia memang kecewa karena PSIM gagal ke ISL di saat mereka hanya butuh satu kemenangan lagi. Namun dia bangga karena sebelumnya PSIM belum pernah sedekat ini dengan ISL. "Ya sudahlah, Kisah Kita Berakhir di Jakabaring. Jelas kecewa berat tapi mau bagaimana lagi, mungkin belum rezeki untuk PSIM promosi ke ISL. Jika musim depan madih dipertahankan saya akan sekuat tenaga mencoba lagi membantu PSIM promosi,” tegas pemain yang musim lalu menjabat kapten ini agen judi bola.
Menurut pelatih PSIM Hanafing kegagalan ini wajib dijadikan pelajaran. Namun dia mengapresiasi kinerja Nova Zaenal dkk yang sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tapi sayang keunggulan materi pemain lawan juga turut andil menggagalkan langkah Kawung Biru ke kompetisi kasta tertinggi.
"Apa yang kami dapatkan di musim ini memang sudah maksimal. Kami melewati musim ini dengan banyak prahara. Kami bisa bangkit ketika masuk delapan besar tapi akhirnya grafik menurun lagi saat semifinal dan final. Ya memang kami telah membuang banyak peluang untuk lolos ke ISL,” ujar Hanafing.
PSIM sejatinya mampu memberi perlawanan. Sayang, pada menit ke-27 gawang Agung Prasetyo sudah dibobol penyerang Gresik United Gaston Castano. Kedudukan 1-0 untuk Gresik United ini bertahan hingga wasit meniup pluit jeda babak pertama agen judi bola.
Gawang PSIM kembali bobol pada menit ke- 56 lewat tendangan bebas Gustavo Chena. PSIM seharusnya mampu memperkecil ketertinggalan. Tapi wasit Dodi Setia P secara kontroversial menganulir gol M. Rifki. Tiga menit berselang Gustavo Chena kembali mencetak gol guna memperbesar keunggulan Gresik 3-0. Satu-satunya gol PSIM dicetak Lakman Salan pada menit ke-82. ’’Inilah yang saya takutkan. Tanpa siaran langsung habislah sudah, kami dikerjai wasit,” kata Hanafing.
Sempat mengatakan PSIM akan baikbaik saja tanpa Trio Belanda (Rimkus, Linkers, dan Adelmund, Red), Hanafing sebaliknya justeru mengatakan kegagalan di Palembang juga diakibatkan absennya tiga pemain Belanda ini. "Lihat saja Gresik United bisa memainkan seluruh pemain asingnya. Sedangkan kami tidak. Jujur saja melawan tim setangguh Gresik United, kami memang membutuhkan jasa pemain asing," ucapnya.
Pelatih Gresik United Djoko Susilo mencoba menghibur PSIM. Apa yang dicapai PSIM musim ini sungguh luar biasa. PSIM mampu melangkah jauh meskipun didera prahara bertubi-tubi. Ia salut dengan PSIM yang mampu memberikan perlawanan meskipun tanpa dibela pemain asing agen judi bola.
"PSIM memiliki prospek bagus. Mereka banyak pemain muda berbakat. Tanpa pemain asing saja mereka masih bisa melawan kami dengan banyak pemain impor. Tapi yang jelas saya bersyukur karena Gresik United tetap main di ISL musim depan,” ujarnya.
Data dan Fakta Pertandingan Gresik United vs PSIM Jogjakarta:
GRESIK UNITED (4-3-3): 77. Hery Prasetyo (pg); 3.Lan Bastian, 15. Anang Ma’ruf, 5.Ade Suhendra, 26.Artur Frets Assa/ 19. Wismoyo 34’; 10.Gustavo Chena, 8.Claudio Pronetto, 9.Uston Nawawi ©/ 42. I Wayan Gangga Mudana 51’ ; 11.Agus Indra Kurniawan, 32. Gaston Castano, 22.Marwan Sayedeh/ 17. Rachmat Rivai 67’.
Pelatih : Djoko Susilo.
Gol: Gaston Castano 27’, Gustavo Chena 56’, 78’.
Kuning : Arthur Fretts Assa 18’.
PSIM JOGJA (4-4-2): 22. Agung Prasetyo (pg); 15. Abda Ali, 23. Eko Pujiyanto/ 27. Joni Sukirto 61’, 25. Dean Fauzi, 11. Topas Pamungkas; 16.Eko Budi Santoso, 7. Nova Zaenal ©, 90. Reinhard Rumaikewi/12. Lakman Salan 38’, 17. M. Irfan; 97. Johan Arga/5. Seto Nurdiyantoro 61’, 9. M. Rifki.
Pelatih : Hanafing.
Gol : Lakman Salan 82’.
Kuning : -
Penonton : 523 Orang.
Stadion : Gelora Jakabaring.
Wasit : Dodi Setia P.
















